Kebutaan Ancam Pengguna Lensa Kontak

24 Aug

Ia sudah menggunakan lensa kontak selama lima tahun terakhir. Dan ia pun terbilang “sangat steril” untuk urusan kebersihan lensa kontaknya. Jennie Hurst, wanita berusia 28 tahun ini, kini justru mengalami kebutaan pada mata kiri, karena infeksi ganas.

Jennie terlihat sangat teliti dan amat mengutamakan pentingnya kebersihan lensa. Menjelang tidur, ia selalu melepaskan lensanya dengan menggunakan tangan yang bersih. Membersihkan lensa mengunakan larutan pembersih kontak. Dan setiap dua minggu atau satu bulan ia selalu mengganti lensa kontaknya.

Kebiasaannya ini bisa dibilang berbeda dengan teman lainnya yang hanya membersihkan lensa kontak, dengan menggunakan air dari kucuran keran. Sayangnya Jennie kurang memerhatikan hal berbahaya lainnya.

Jennie tak menyadari risiko yang harus dihadapinya. Saat itu dirinya sedang berenang di kolam renang sebuah hotel, dan ia menggunakan lensa kontak. Menurut para ahli, berenang menggunakan lensa kontak, dapat berpotensi menderita infeksi pada mata.

Membersihkan lensa dengan air keran, berenang atau mandi dengan menggunakan lensa kontak, dapat mengundang sejumlah bakteri masuk ke dalam lensa dan berisiko tinggi berkembang biaknya bakteri pada lensa. Acanthamoeba keratitis adalah bakteri yang dapat tumbuh subur pada kornea mata. Parasit ini hampir dapat ditemukan di semua jenis air termasuk air laut.

Ketika parasit sudah masuk dalam lensa, maka ia akan terjebak antara lensa dan mata. Ini memungkinkannya untuk bersembunyi di sekitar bola mata. Ini yang tidak pernah diketahui Jennie.

“Aku tidak tahu bahaya berenang menggunakan lensa. Hal yang aku pikirkan adalah aku takut kehilangan lensa di kolam renang,” kata Jennie seperti ditulis dalam Daily Mail.

Tiga hari kemudian, mata kirinya tak mampu melihat cahaya, matanya merah, sudah mulai terjadi infeksi. Hari berikutnya, Jennie merasakan rasa sakit luar biasa di mata bagian kirinya. Karena rasa abnormal ini, ia memutuskan untuk memeriksakan ke rumah sakit.

Dokter spesialis mata, Southampton General Hospital, memberikan obat tetes mata. Dan ia pun harus memeriksakan kembali setelah satu minggu. Merasa tak ada perbaikan, dokter pun mengambil keputusan untuk memeriksa permukaan matanya.

Akhirnya, Jennie harus menjalani operasi pertama untuk membersihkan lapisan terluar bola mata. Pasca operasi, Jennie harus menghabiskan waktunya di ruangan “gelap”.

“Hingga pada suatu saat, aku harus benar-benar mengikuti langkah ayah karena tak bisa melihat.” Untuk sementara waktu, ia tak mampu hidup mandiri.

Menurut dokter Parwez Hossain yang menanganinya, acanthamoeba keratitis adalah kondisi yang jarang terjadi, namun sangat membahayakan. Parasit ini memakan kornea, yang menyebabkan kebutaan.

Infeksi lain yang mungkin terjadi pada penggunaan lensa kontak adalah bakteri Psuedomonas. Kondisi ini dapat merusak pandangan dalam waktu 24-36 jam.

“Gejala umum adalah nanah berwarna kehijauan, sensitivitas akan rasa sakit, ketidaknyamanan pada cahaya dalam beberapa jam.”

Jika sudah merasakan demikian, Anda sangat dianjurkan untuk mencari bantuan medis. Jika tidak segera ditangani, kornea akan mengalami infeksi.

informasi dikutip dari : VIVAlife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: