CERITA PERANGKAP TIKUS (Yang Menjadi Pesan Moral)

23 Feb
 

Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?”
Ternyata yang dibeli oleh petani hari itu adalah perangkap tikus. Sang tikus naik panik bukan kepalang.
Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik, “Ada perangkap tikus di rumah… di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, “Ada perangkap tikus!”
Sang Ayam berkata, ” Tuan Tikus! Aku turut bersedih tapi ia tak ada kena-mengena dengan aku.”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi. Sang Kambing pun jawab selamba, “Aku pun turut bersimpati… tapi tidak ada apa yang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku. “
Tikus lalu menemui Lembu. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Takkanlah sebesar aku ni boleh masuk perangkap tikus. “
Dengan rasa kecewa Sang Tikus pun berlari ke hutan menemui Ular.
Sang ular berkata “Elehh engkau ni… Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakan aku.”
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Ekor ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah.Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidak sempat diselamatkan. Si suami pun membawa isterinya ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun masih demam.
Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percaya sup kaki ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat kaki buat sup.Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamu apa-apa.Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
MORAL: SUATU HARI… KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… FIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

3 Responses to “CERITA PERANGKAP TIKUS (Yang Menjadi Pesan Moral)”

  1. kahfi cha February 28, 2012 at 5:04 am #

    how a pity….

    • andafadillah March 2, 2012 at 4:54 am #

      PITY?

      FOR WHO?
      FOR YOU MAYBE…

      CKCKCKCKCKCKC
      🙂

      BY. REDAKSI

  2. metronome February 5, 2013 at 5:31 am #

    ijin copas link saya tampilkan di blog saya, boleh kalo ada waktu dilihat lihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: